Wah Vitamin C Ternyata Dapat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh !

Bagaimana vitamin C membantu menguatkan daya tahan tubuh? Dilansir dari laman Healthline, vitamin C dapat membantu produksi sel darah putih (limfosit) dan mencegah sel darah putih dari kerusakan oleh radikal bebas. Sel darah putih tersebut bertugas sebagai antibodi yang mencegah infeksi virus dan bakteri.

Sayangnya, vitamin C tidak bisa diproduksi langsung oleh tubuh. Karenanya kekurangan mengonsumsi vitamin C menyebabkan daya tahan tubuh pun berpotensi melemah. Agar daya tahan tubuh tetap kuat, penting sekali untuk mengonsumsi vitamin C setiap hari. Beberapa sayuran dan buah-buahan yang juga mengandung vitamin C di antaranya jeruk, pepaya, brokoli, kembang kol hingga bayam.

Di tengah wabah Covid-19 sekarang, salah satu anjuran yang diberikan kepada masyarakat adalah dengan menjaga daya tahan tubuh. Salah satu cara menjaga daya tahan tubuh atau imunitas ini yakni dengan memastikan tubuh menerima asupan vitamin C dan E. Merespons anjuran tersebut, tidak sedikit masyarakat yang kemudian langsung menyetok vitamin kemasan dalam bentuk pil atau tablet. Vitamin tersebut kemudian dikonsumsi hampir setiap hari, dengan alasan untuk meningkatkan daya tahan tubuh di tengah ancaman virus corona. Namun, apakah tepat menjaga kekuatan imun dengan mengonsumsi vitamin kemasan setiap hari?

Dokter sekaligus Ahli Gizi Komunitas dr. Tan Shot Yen menyebut vitamin suplemen semacam itu memang bermanfaat bagi tubuh, selama digunakan secara bijak sesuai dengan kebutuhan. "Vitamin suplemen itu bukan tidak berguna, bahkan amat bermanfaat saat pemulihan dari sakit. Ketika asupannya memang sedang dibutuhkan terlebih pada kondisi-kondisi kesehatan tertentu. Akan tetapi, Tan mengingatkan agar masyarakat tidak menyalah artikan bahwa jika telah konsumsi vitamin berarti seseorang sudah aman dari segala risiko kesehatan, terutama dari virus corona. "Tapi sangat bahaya jika suplemen dijadikan penenang jiwa seakan-akan sudah minum vitamin, lalu tidak apa-apa makan ngaco sedikit. Atau mangkir olahraga, atau kerja lembur dikompensasi vitamin. Nah, ini bablas (sangat keliru)," sebut dia. Menurut dia, bagaimana pun kita masih harus menjalankan pola hidup sehat mulai dari menjaga asupan makanan,olahraga,dan,istirahat. "Kekebalan tubuh enggak ada yang instan, apalagi dijamin dalam bentuk pil dan tablet. Bukan sehat yang didapat, terlalu banyak asupan vitamin yang masuk ke dalam tubuh justru bisa berakibat tidak baik. Ini yang juga harus menjadi perhatian.


Selain itu, kebutuhan seseorang akan vitamin berbeda-beda tergantung pada jenis kelamin dan kondisi kesehatan masing-masing. Untuk kondisi orang yang sehat, seseorang membutuhkan vitamin C per harinya sebanyak 75mg untuk perempuan, dan 90mg untuk laki-laki.

Sementara orang dengan kondisi gangguan kesehatan lainnya bisa saja membutuhkan lebih banyak atau lebih sedikit dari orang sehat pada umumnya. Tan menjelaskan, vitamin ada yang larut di dalam lemak dan ada pula yang di dalam air. Vitamin yang larut dalam air akan dikeluarkan tubuh melalui urine, yakni vitamin B dan vitamin C.

Jika kelebihan vitamin, maka yang akan larut di dalam lemak akan diakumulasi atau disimpan dalam lemak tubuh, termasuk vitamin A, D, E, dan K. Kelebihan vitamin C sebelum dibuang ke urine bisa menyebabkan kram perut, diare, sakit kepala, dada rasa terbakar, dan insomnia.Orang-orang yang sudah punya latar belakang gangguan ginjal, bisa bermasalah jika kelebihan vitamin C dan B, karena problem ekskresinya (pembuangan). Untuk itu, lebih baik memilih konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan untuk mendapatkan vitamin yang di cari ketimbang mengkonsumsi Vitamin Tablet. Selain mendapatkan Vitamin mengkonsumsi Sayur dan Buah mendapat mineral juga.

Stay safe noa ladies !